Skip to content

Ramadhan Bulan Ampunan (KH Bukhori, Lc, MA)

Salah satu keutamaan Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan pembersihan, dimana kita diberi kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Tentunya dengan memperbanyak amalan-amalan Sholih pada Bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih

Barang siapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari no. 2014)

Pada hadits lainnya juga disebutkan bahwa Allah juga mengampuni dosa-dosa hambanya yang mengerjakan sholat malam dan terbangun pada waktu lailatul qadr.

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Man qoma romadhona imanan wahtisaban ghofiro lahu ma taqoddama min dzambihi

Siapa yang mendirikan shalat malam pada Bulan Ramadhan karena iman dan pengharapan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR. Bukhari dan Muslim)

dan

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Man qoma lailatul qadri iimaanan wahtisaban ghufrolahu maa taqoddama min dzambih

Barangsiapa menghidupkan malam lailatul qadar dengan ibadah karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” [HR. Bukhari]

Ketiga hadits diatas sama-sama menjelaskan bahwa ampunan Allah menjadi konsekuensi amalan-amalan sholih yang kita lakukan di Bulan Ramadhan. Dengan kata lain, Ramadhan bisa dijuluki dengan bulan ampunan Allah atau bulan mensucikan diri.

Dan kita perlu tahu bahwa keikhlasan kita dalam beristighfar akan menimbulkan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan yang paling kuat justru ada pada diri manusia sendiri. Sehingga kita bisa memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk memperbanyak istighfar disamping amalan-amalan sholih yang kita lakukan.

Rasulullah pernah bersabda :

“Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

Pada hadits-hadits diatas menunjukkan bahwa ampunan Allah merupakan sesuatu yang diinginkan dan diperlukan oleh setiap hamba Allah dan Ramadhan menjadi bulan ampunan adalah sebuah keniscayaan, janji dari Allah untuk hamba-Nya tidak pernah ingkar.

Rasulullah juga bersabda :

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni” (HR. Ahmad). 

Semoga kita tidak termasuk kedalam orang-orang yang celaka.