SEMARANG – Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Semarang menggelar kegiatan Sehari Bersama Qur’an (SBQ) dan Pelatihan Peningkatan Spiritual (PPS) sebagai bagian dari rangkaian program Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh DPC PKS di Semarang pada 7–8 Maret 2026.
Acara yang diikuti kader dan simpatisan PKS tersebut diisi dengan berbagai agenda spiritual seperti tilawah Al-Qur’an, taujih, tasmik, hingga kajian tadabbur Al-Qur’an. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kedekatan kader dengan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas ruhiyah selama bulan suci Ramadan.
Ketua DPD PKS Kota Semarang, Ali Umar Dani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, tidak hanya dibaca tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengutip hasil survei indeks literasi Al-Qur’an masyarakat Indonesia yang menunjukkan angka sekitar 6,03, yang masuk kategori sedang menuju tinggi. Hal tersebut, menurutnya, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi umat Islam untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan terhadap Al-Qur’an.
“Melalui kegiatan Sehari Bersama Qur’an ini kita berharap lahir kader-kader yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, sehingga Al-Qur’an benar-benar menjadi sumber kekuatan spiritual, moral, dan peradaban,” ujarnya.
Sementara itu, taujih pertama disampaikan oleh Ustadz Mahmud Mahfuzh yang menekankan pentingnya tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa sebagai bagian dari perjalanan spiritual seorang muslim. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan seorang mukmin tidak hanya diukur dari aktivitas ibadah lahiriah, tetapi juga dari kesungguhan dalam membersihkan hati dari sifat-sifat buruk.
Menurutnya, proses penyucian jiwa dapat dilakukan melalui berbagai langkah seperti muhasabah, taubat, memperbanyak dzikir, mengingat kematian, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap perbuatan diawasi oleh Allah SWT.
Selain itu, ia mengajak peserta untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai ruh perjuangan dalam kehidupan dan dakwah. Interaksi dengan Al-Qur’an, lanjutnya, tidak hanya melalui tilawah, tetapi juga melalui pemahaman, tadabbur, pengamalan, dan dakwah kepada masyarakat.
Pada hari berikutnya, taujih kedua disampaikan oleh Ustadz Diding Darmudi yang mengingatkan pentingnya memaksimalkan ibadah di fase akhir Ramadan. Ia mengajak peserta memanfaatkan momentum bulan suci untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an sekaligus menjadikan Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan SBQ ini dilaksanakan secara hybrid, dengan sebagian peserta mengikuti secara daring dan sebagian lainnya berkumpul di masjid-masjid di wilayah DPC masing-masing. Panitia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh kader dari 16 DPC di Kota Semarang yang secara bersama-sama menghidupkan suasana Ramadan dengan tilawah dan tadabbur Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, PKS Kota Semarang berharap semangat membumikan Al-Qur’an tidak hanya tumbuh di kalangan kader, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi terwujudnya masyarakat yang lebih Qurani di Kota Semarang.